Minggu, 31 Oktober 2010

Hubungan antara ketaatan diet penderita DM dengan kadar gula darah

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan jaman dan perbaikan tingkat sosial ekonomi, telah menyebabkan terjadinya pergeseran pola konsumsi pangan dalam masyarakat. Makanan jadi dan makanan siap saji telah menjadi tren dan kebiasaan dalam masyarakat. Masyarakat pada umumnya kurang atau tidak mengerti bahwa makanan jadi dan makanan siap saji telah banyak kehilangan kandungan serat. Asupan makanan yang terlampau rendah kadar seratnya dan jika dikonsumsi dalam waktu yang lama akan dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif, salah satunya adalah Diabetes mellitus (Sulistijani, 2002).

Makanan atau diet merupakan faktor utama dalam pembentukan energi bagi seseorang untuk beraktifitas, pertumbuhan, serta mengganti sel tubuh yang rusak. Jika seseorang mengalami kekurangan dalam pemenuhan asupan makanan, maka dalam beraktifitas seseorang tersebut akan mengalami gangguan, oleh karena kurangnya energi. Sehingga menghambat pertumbuhan serta penggantian sel tubuh yang rusak menjadi tidak optimal. Tetapi bila seseorang tersebut dalam mengkonsumsi makanan atau dietnya mengalami kelebihan maka akan mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan metabolisme dalam tubuh yang dapat meningkatkan resiko terjadinya Diabetes mellitus.

Penyakit kencing manis atau yang biasa disebut dengan Diabetes mellitus atau DM merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Penyakit DM menyerang pada orang yang mengalami gangguan metabolisme dengan hiperglikemi, yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah. Glukosa secara normal bersirkulasi dalam jumlah tertentu dalam darah. Glukosa dibentuk dalam hati dari makanan yang dikonsumsi.

Insulin merupakan suatu hormon yang diproduksi pankreas, mengendalikan kadar glukosa dalam darah dengan mengatur produksi dan penyimpanannya. Pada Diabetes kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap insulin dapat menurun atau pankreas dapat menghentikan sama sekali produksi insulin. Keadaan ini dapat menimbulkan hiperglikemi yang seharusnya tidak terjadi (Brunner dan Suddarth, 2001).

Oleh karena penyakit Diabetes merupakan penyakit yang menyerang pada orang yang mengalami gangguan metabolisme dan hiperglikemi yang tidak semestinya, akibat dari suatu defisiensi sekresi insulin atau berkurangnya efektifitas biologis dari insulin, maka bagi pasien yang memerlukan insulin untuk membantu mengendalikan kadar glukosa darah, upaya mempertahankan konsistensi jumlah kalori dan karbohidrat yang dikonsumsi pada jam makan yang berbeda merupakan hal penting. Disamping itu, konsistensi interval waktu diantara jam makan dengan mengkonsumsi camilan jika diperlukan, akan membantu mencegah reaksi hipoglikemia dan pengendalian keseluruhan kadar glukosa darah (Brunner dan Suddarth, 2001). dst............................................................................................

mau lebih lengkap sampai bab 5 dan hasil spss, serta lampiran lainya............silahkan hubungi 085645040345

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar