Selasa, 19 April 2011

gambaran pengetahuan pasien tentang perawatan luka Post Operasi Fraktur Ekstrimitas

ABSTRAK


Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menyebabkan kecanggihan alat transportasi yang salah satu dampak negatifnya adalah kecelakaan yang bisa menyebabkan Fraktur atau patah tulang. Fraktur memerlukan tindakan konservatif maupun operatif. Untuk tindakan operatif perlu dilakukan perawatan luka. Sering dijumpai pasien Post Operasi Fraktur yang menolak dilakukan perawatan luka. Masalah penelitian ini adalah adanya pasien Post Operasi Fraktur Ekstrimitas yang merasa takut dilakukan perawatan luka. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran pengetahuan pasien tentang perawatan luka Post Operasi Fraktur Ekstrimitas.

Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif dengan Consecutive Sampling. Populasinya adalah keseluruhan pasien Post Operasi Fraktur Ekstrimitas. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien Post Operasi Fraktur Ekstrimitas yang dilakukan perawatan luka sebanyak 20 orang. Variabel yang digunakan adalah pengetahuan pasien tentang perawatan luka. Tekhnik pengumpulan data dengan lembar kuesioner.

Hasil penelitian menunjukkan dari 20 responden sebanyak 16 responden (80%) mempunyai pengetahuan yang baik tentang perawatan luka Post Operasi Fraktur Ekstrimitas dan 4 responden (20%) mempunyai pengetahuan sedang tentang perawatan luka.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah hampir seluruhnya responden mempunyai pengetahuan yang baik tentang perawatan luka Post Operasi Fraktur Ekstrimitas. Rekomendasi penelitian ini adalah untuk pasien Post Operasi Fraktur Ekstrimitas agar bersedia dilakukan perawatan luka. Oleh karena itu pengetahuan tentang perawatan luka sangat diperlukan untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan seperti Infeksi dan Sepsis.


Kata Kunci: Pengetahuan, perawatan luka, Post Operasi Fraktur Ekstrimitas

ABSTRACT


Progress of Science and Technology (Science & Technology) the sophistication of means of transportation one of the negative impact is that the accident can cause broken bones or Fraktur. Fraktur need action and conservative operatif. For action operatif wound care needs to be done. Post often found in patients who refused to be Fraktur wound care. Problems of this research is the Post Production Fraktur patients who are afraid Ekstrimitas conducted wound care. Goal of this research is knowing the patient's description of wound care Ekstrimitas Post Production Fraktur.


Research design is used with Descriptive Consecutive Sampling. Overall patient population is Fraktur Ekstrimitas Post Production. The sample in this research is part of the patient Fraktur Post Production Ekstrimitas the treatment of 20 injured people. Variables used are the patient knowledge about wound care. Tekhnik data collection sheet with the questionnaire.


Results from the research shows as many as 20 respondents 16 respondents (80%) have knowledge of good wound care about Post Production Fraktur Ekstrimitas and 4 respondents (20%) currently have any knowledge about wound care.
Conclusion of this research is almost entirely the respondents have a good knowledge of wound care Ekstrimitas Post Production Fraktur. Recommendations of this research is to patients Post Production Fraktur Ekstrimitas that are willing to do wound care. Therefore, the knowledge of wound care is necessary to avoid unwanted complications such as infections and Sepsis.



Keywords: Knowledge, wound care, Post Production Fraktur Ekstrimitas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar