Selasa, 19 April 2011

GAMBARAN PERILAKU KELUARGA BERKAITAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA PLOSO MBUDEN KECAMATAN DEKET KABUPATEN

BAB 1


PENDAHULUAN


    1. Latar Belakang

Demam berdarah dengue atau DBD merupakan penyakit yang saat ini terus mewabah di masyarakat. Mengingat perubahan musim yaitu musim penghujan yang terus-menerus hingga terjadinya banjir, biasanya wabah demam berdarah meningkat bisa juga sebagai Kejadian Luar Biasa yang disingkat dengan KLB, baik itu anak-anak maupun orang dewasa dapat diserang penyakit ini, disamping itu dari manusianya atau perilaku masyarakat sendiri yang mempunyai perilaku negatif atau kurang tanggap terhadap keadaan lingkungan sekitarnya, misalnya daerah tersebut merupakan area pertambakan yang mana selalu ada genangan airnya jika tidak diambil tindakan segera untuk mencegah timbulnya jentik nyamuk penyebab penyakit demam berdarah, maka kemungkinan terjadinya kasus akan terus meningkat, dilingkungan masyarakat terutama pada musim penghujan sering kali ditemukan sampah plastik yang ada genangan air, hal itu tidak terjangkau oleh pikiran manusia bahwasanya itu merupakan tempat termudah untuk menimbulkan suatu penyakit yaitu demam berdarah. Kadang kala manusia masih teledor dan mengaggap remeh kejadian diatas dan tidak memikirkan akibat selanjutnya, baik itu terhadap diri dan lingkungan sekitarnya maupun orang lain.

Penyakit demam berdarah kini sangat ditakuti oleh masyarakat karena penyakit ini dapat mengakibatkan kefatalan jika tidak ditangani dengan segera yaitu kematian sebagaimana dalam laporan Dinas Kesehatan pada tahun 2005 didapat penderita 691 orang atau Inciden Rate 5,69 % dengan angka kematian atau case fatal rate (CFR) 1,16 % atau 8 orang dan tahun 2006 didapat penderita 894 orang atau Inciden Rate 7,19 % dengan angka kematian atau CFR 1,57 % atau 14 orang. Sedangkan untuk tahun 2007 penderita demam berdarah dari bulan januari sampai dengan maret didapatkan penderita 690 orang atau 5,55 % dengan angka kematian atau CFR 1,30 % atau 9 orang.

Dan pada laporan Puskesmas Deket tahun 2006 jumlah penderita demam berdarah 38 orang atau 9,27 % dengan angka kematian atau CFR 2,6 % atau 1 orang. Sedangkan tahun 2007 penderita demam berdarah dari bulan januari sampai dengan maret sebanyak 22 orang.

Sedangkan dari survey awal yang dilakukan pada tanggal 4 maret sampai 8 maret 2007 di desa Ploso mbuden dilaporkan warga terdapat 10 penderita DBD dan dari 15 responden termasuk diantara penderita tersebut, didapatkan 9 orang atau 60% warga yang kurang mengerti akan penyebab terjadinya penyakit demam berdarah dan pencegahannya. Serta 12 rumah atau 80% rumah warga yang terlihat kumuh dengan adanya sampah-sampah plastik dan botol-botol bekas yang terdapat genangan airnya, selokan disekitar rumah yang tersumbat. Setiap rumah terdapat kolam besar yang digunakan warga tempat penampungan ikan sekaligus dipakai untuk mandi, yang warna airnya hijau keruh, adapun daerah ini sebagian besar merupakan daerah pertambakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar